Dear K,
Kau mungkin bertanya-tanya, bila menyegerakan itu penting, mengapa
sebagian besar orang justru suka menunda-nunda?
Walter
Mischel pernah melakukan eksperimen sederhana, yang lalu kita kenal
sebagai Marshmallow
Test. Anak-anak diberi satu marshmallow. Mereka boleh langsung
memakannya. Namun bila mampu menunggu beberapa menit, mereka akan mendapat dua
marshmallow.
Eksperimen
ini bukan tentang marshmallow, tetapi kemampuan menunda kepuasan.
Sebagian anak
langsung makan. Godaannya terlalu dekat, terlalu nyata. Sebagian lain menunggu.
Mereka mengalihkan perhatian, menutup mata, atau menyibukkan diri agar waktu
berlalu.
Hasilnya
menarik. Anak-anak yang mampu menunda cenderung tumbuh dengan kemampuan fokus
yang lebih baik, lebih tahan menghadapi proses panjang, dan lebih terampil
mengelola emosi.
Kita sehari-hari
jarang melihat marshmallow sejelas dan segamblang itu. Marshmallow
kita sudah berubah bentuk. Kadang, berupa notifikasi ponsel saat kita sedang
bekerja. Atau kasur yang terasa sangat menggoda ketika ada pekerjaan kecil yang
sebenarnya bisa diselesaikan sekarang. Bisa juga berupa lantai kotor yang kita
pilih untuk disapu nanti.
Mengapa kita
memilih satu marshmallow sekarang?
Karena rasa
lega dan rasa puas sesaat itu.
Di surat
lalu, kutulis tentang rasa itu. Saat kita menunda menyapu lantai, kita merasa
lega karena tak perlu capek sekarang. Tidak ada konsekuensi langsung. Tidak ada
hukuman. Bahkan ada reward negatif: kita
terhindar dari rasa lelah.
Karena tidak
ada dampak instan, penundaan itu kita ulang. Lagi dan lagi. Hingga perlahan, ia
berubah menjadi pola pikir. Menjadi keyakinan diam-diam bahwa kenyamanan
sekarang lebih masuk akal daripada manfaat yang datang belakangan.
“Kalau bisa
nyaman sekarang, kenapa harus menunggu?”
Di titik ini,
Marshmallow Test menjadi sangat relevan. Bukan karena
kita tak tahu mana yang lebih baik. Marshmallow pertama selalu terasa
lebih dekat, lebih nyata dan lebih mudah diraih.
Maka
menyegerakan bukan soal terburu-buru. Ia soal kesadaran memilih imbalan yang
lebih bermakna, meski tidak langsung terasa.
Satu
marshmallow sekarang, atau dua marshmallow nanti.
Dan hampir setiap hari, tanpa disadari, kita sedang memilih salah
satu dari dua pilihan ini.
