Dear K, menunda itu membuat lelah

 Dear K,

Salah satu kenalan Ayah, sebut saja RH, sering sekali menunda pekerjaan padahal jabatannya di atas. 

Bila ada yang mengingatkan, dia otomatis menjawab "iya." Namun, iya itu ya hanya manis di mulut. Ia kehilangan rasa urgensi itu. Setiap kali ada yang mengingatkan, ia seakan otomatis mengaktifkan kebiasaan buruk itu. Orang yang mengingatkan itu menjadi isyarat (cue), lalu ia tanggapi (response) dengan seadanya dan secepatnya, dan ia pun merasa puas (reward) dari aktivitas penundaan itu.

Orang-orang di sekelilingnya seakan lelah harus mengingatkan lagi-lagi dan mendapat respons serupa.

"Lelah saya harus selalu mengingatkan" ucap salah satu teman. "Responsnya akan sama. Iya, tapi lalu ditunda sampai akhirnya lupa" tegasnya.

Dalam istilah Jawa, nggih-nggih ora kepanggih. Artinya, hanya menjawab iya saja tapi tidak segera dilaksanakan. Beberapa mengistilahkannya dengan janji palsu.

Rasa puas dari menunda itu memang ada dan terasa. Dia akan terus bertumpuk-tumpuk dan menjadi otomatis.

Di sisi lain, dia seakan produktif dan terus merasa lelah. Padahal, hasilnya tak ada. Itu mengingatkan pada Zeigarnik Effect.

Zeigarnik sendiri psikolog Soviet yang menemukan fenomena ini. Orang cenderung mengingat tugas yang belum selesai atau terputus. Ingatan orang tentang tugas yang tertunda lebih kuat daripada ingatannya tugas yang sudah selesai.

Efek ini bukan hanya tentang ingatan, tetapi ketegangan kognitif yang tercipta akibat pekerjaan yang tidak selesai.

source: freepik

Sederhanya:

Saat kita memulai suatu tugas, otak menciptakan representasi mental yang berorientasi pada penyelesaian tujuan.

- Tugas selesai → siklus tertutup → sumber daya mental dilepaskan.

- Tugas belum selesai → siklus tetap terbuka → sumber daya mental tetap aktif dan digunakan.

Bayangkan bila daftar tugas kita bertumpuk-tumpuk dan tidak kunjung selesai.

Betapa berat beban ketegangan kognitif yang kita tanggung. Dan ketegangan kognitif itu bisa menyeret kita ke rasa lelah yang tak kunjung usai. Tak kunjung tersalurkan.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »